Mengapa Arsenal Harus Pecat Unai Emery

Mengapa Arsenal Harus Pecat Unai Emery

Mengapa Arsenal Harus Pecat Unai Emery – Masa depan Unai Emery bersama Arsenal dikabarkan sedang dalam keadaan genting. Direksi Arsenal mulai tak lagi menyimpan rasa percaya pada Unai Emery dan bersiap memecat manajer asal Spanyol.

Unai Emery mulai melatih Arsenal pada musim 2018/2019 lalu. Ia menjadi substitusi Arsene Wenger yang telah semacam itu lama di Arsenal.

Pada musim pertamanya, Unai Emery tak kapabel memberikan gelar juara pada The Gunners. Mereka melangkah ke final Liga Europa tapi keok dari Chelsea. Arsenal gagal finish di empat besar klasemen akhir Premier League.

Musim 2019/2020 menjadi petaka bagi Arsenal dan Unai Emery. Kondisi internal regu makin buruk, semacam itu juga dengan prestasi. Wacana pemecatan eks pelatih PSG tersebut menguat dalam dua minggu terakhir.

Baca Juga 

Agen Bola Terpercaya

Agen Sabung Ayam

Haruskah Unai Emery Dipecat?

Banyak media Inggris menyebut masa depan Unai Emery telah berada di ujung tanduk. Pelatih 48 tahun tersebut dikabarkan cuma punya tiga laga tersisa untuk menyelamatkan karirnya di Arsenal.

Direksi Arsenal telah memberikan ultimatum kepada Unai Emery. Ultimatum tersebut diberikan sebelum sela internasional. Andai gagal meraih hasil bagus melawan Southampton, Frankfurt, dan Norwich City, bukan tak mungkin Unai Emery bakal dipecat.

Arsenal sendiri dikala ini berada dalam performa yang menurun. Sudah lima laga secara beruntun Arsenal tak pernah menang. Pierre-Emeric Aubameyang dan kawan-kawan susah bersaing di papan atas klasemen Premier League.

Arsenal kini berada di posisi ke-6 klasemen Premier League dengan meraih 17 nilai.

 

Arsenal Kehilangan DNA

Lebih dari hasil di atas lapangan, seperti dikutip dari The Mirror, Unai Emery punya sejumlah persoalan lain. Unai Emery kehilangan dukungan dari suporter. Internal regu juga punya persoalan menyusul insiden Granit Xhaka.

Kondisi makin pelik sebab Unai Emery diukur menghilangkan identitas Arsenal. Sumber internal regu menyebut jajaran direksi amat kecewa dengan kekacauan yang dibuat Unai Emery pada musim 2019/2020.

“DNA yang mewujudkan Arsenal sebagai sebuah klub itu perlahan tapi pasti telah memudar bersama Unai Emery. Member staf yang telah lama berada di klub kaget dengan apa yang terjadi pada klub,” sebut sumber internal tersebut.

Akhir-akhir, Unai Emery juga disebut menunjuk Aubameyang sebagai kapten tanpa pesetujuan para pemain lain. Unai Emery memilih pemain asal Gabon tersebut atas subjektifitasnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Copas !