Momen Paling Pedih Manchester United

premier league

Momen Paling Pedih Manchester United: 5 Menit di Stadium Etihad dan Duka di Stadium of Light – Pada era Premier League, hampir tidak ada peristiwa heroik dimiliki Manchester City sebelum musim 2011/2012. Apalagi berhubungan dengan rivalitas mereka dengan Manchester United yang tampil begitu perkasa.

Manchester United merupakan penguasa di Premier League sebelum pemodal dari luar negeri masuk. Bukan hanya Chelsea yang memperoleh dana dari Roman Abramovich, ada juga Man City yang dimiliki Sheikh Mansour.

Di bawah kendali Sheikh Mansour, Man City berkembang menjadi regu kaya raya dan mendadak bisa mengumpulkan para pemain bintang. Pelan-pelan Man City bahkan menandingi keperkasaan Setan Merah di Premier League.

Man City melakukan pembajakan Carlos Tevez pada 2009 dari Manchester United. Dan, kisah paling epik datang pada akhir musim 2011/2012. Dalam waktu empat menit, Man City merebut gelar Premier League dari United.

Pekan Terakhir Premier League Musim 2011/2012

Kompetisi gelar juara Premier League tinggal menyisakan dua kontestan pada pekan ke-38 musim 2011/2012. Manchester City berada di puncak klasemen dengan 86 nilai. Jumlah nilai yang sama didapat Manchester United di posisi kedua.

Penentuan gelar juara ditentukan pada perlombaan terakhir. Man City menjamu QPR dan Manchester United melawat ke kandang Sunderland. Perlombaan digelar pada waktu yang beriringan.

Di Stadium of Light, Manchester United mengawali perlombaan dengan baik. Wayne Rooney mencetak gol pada menit ke-20. Pasukan Sir Alex Ferguson cakap mempertahankan keunggulan hingga babak pertama usai.

Di Stadium Etihad, Manchester City juga unggul 1-0 di babak pertama. Pablo Zabaleta mencetak gol pada menit ke-39.

Posisi klasemen tidak berubah. Man City tetap berada di puncak klasemen dengan 89 nilai. United dengan nilai yang sama berada di posisi kedua karena keok selisih gol. Babak kedua menjadi momen penentuan. Seputar Berita Bola

 

Petaka di Stadion Etihad

QPR memberi konfrontasi sengit pada Man City. Karena, mereka masih berkompetisi dengan Bolton untuk lepas dari area degradasi. Sedangkan, Sunderland sudah tak punya tekad apa pun karena tak terdegradasi atau lolos area Eropa.

QPR membuat fans Man City senam jantung di babak kedua. Mark Hughes, pelatih QPR yang juga legenda Manchester United, memberi perintah pasukannya untuk tampil lebih menekan. Karena, Bolton unggul 1-2 atas Stoke City dan ini membuat QPR berada di area degradasi.

Djibril Cisse menghidupkan asa QPR di Stadium Etihad melewati golnya pada menit ke-48. Sesudah itu, QPR memperoleh kabar buruk karena Joy Barton, eks pemain Man City, memperoleh kartu merah.

Walau kurang satu pemain, QPR sanggup menambah satu gol melewati Jamie Mackie pada menit ke-66. QPR unggul 1-2 dan posisi mereka aman dari area degradasi. Nilai ini bertahan sampai menit ke-90.

Di Stadium of Light, Sunderland tak memberi konfrontasi berarti dan United tampil gugup. Nilai 1-0 bertahan sampai menit ke-90.

 

5 Menit Peling Penting bagi Man City

Stoke City menyamakan kedudukan dari Bolton pada menit ke-77 melewati gol penalti Jonathan Walter. Dengan hasil imbang 2-2, Bolton hanya punya 36 skor di klasemen akhir dan tidak mungkin bisa membuat QPR terjun ke zona degradasi. QPR punya 37 skor dan aman.

Perlombaan Stoke City vs Bolton usai imbang 2-2. QPR malahan positif aman.

Kini, tinggal penentuan gelar kampiun. Mike Dean memberikan tambahan waktu lima menit untuk laga Man City lawan QPR di Stadium Etihad. Man City masih tertinggal 1-2 dari QPR dan terus menyerang untuk mengejar dua gol tambahan.

Di Stadium of Light, Sunderlan sudah tampak loyo. Manchester United malahan bermain tidak mau-ogahan. Paul Scholes lebih memilih mengirim bola ke David de Gea pada menit-menit akhir untuk mengulur waktu.

Manchester United mengakhiri laga di Stadium of Ligth dengan skor 1-0 dan mereka menjadi kampiun, untuk sementara waktu.

Man City masih tertinggal 1-2 dikala laga di Stadium of Ligth usai. Para fans United tampak mendendangkan lagu kemenangan. Wajah tegang masih tampak di wajah Sir Alex Ferguson dan para pemain United. Pemain Sunderland menyalami pemain Wayne Rooney dan kawan-kawan.

2 Menit untuk Penantian 44 Tahun

Masih tersisa tiga menit belum pertandingan di Stadium Etihad usai. Man City mendapat sepak pojok dan David Silva berlari untuk mengambilnya. Pemain asal Spanyol kelihatan cukup tenang dan melepas umpan yang presisi.

Edin Dzeko membuka harapan bagi Man City. Pemain asal Bosnia menanduk umpan David Silva dan gol. Skor menjadi 2-2. Hasil ini belum cukup bagi Man City.

Sir Alex mulai gundah di Stadium of Ligth. Itu juga fans Manchester United. Genggaman telpon tak lepas dari tangan mereka sembari menanti informasi yang terjadi di markas sang rival.

QPR kelihatan bermain sekenanya. QPR cuma buang bola jauh-jauh ke depan usai kemasukan. QPR kelihatan tak berkeinginan menyusun serangan dengan rapi. Man City malahan tancap gas dan terus menekan dengan David Silva sebagai motor serangan.

Menit 90+2, Sergio Aguero mendapat bola dari tengah lapangan. Ia masuk ke dekat kotak pinalti dan melepas umpan pada Mario Balotelli. Si Bengal jatuh bangun mempertahankan bola dan mengembalikan bola terhadap Aguero.

Lalu,………….

Aguerrroooooo! Martin Tyler yang bertindak sebagai komentator pertandingan berteriak pesat. Sergio Aguero membobol gawang Paddy Kenny. Man City menang dengan nilai 3-2 atas QPR dan gelar pemenang berada dalam genggaman pasukan Roberto Mancini.

 

Video Detik-detik Menentukan Itu

Kemenangan itu membawa Man City meraup 3 poin penuh, yang menggenapi total 89 poin mereka musim 2011/12. Angka tersebut sama dengan torehan MU, tapi Man City menang karena unggul selisih gol.

Man City dan MU benar-benar bersaing ketat musim itu. Duo Manchester ini sama-sama memetik 28 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 5 kekalahan.

Gelar juara musim 2001/2012 menjadi awal keperkasaan Man City di Premier League. Simak video detik-detik paling menegangkan pada musim

Baca Selengkapnya :

Forum Judi Online

Judi Bola Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Copas !